Mengenai berita HOAX

Hai, perkenalkan nama saya S. Saya adalah seorang mahasiswa jurusan ekonomi di salah satu universitas dijakarta. Jadi hari ini saya meluangkan sedikit waktu untuk menulis artikel ini, untuk meluruskan cara berpikir dan kesadaran masyarakat.
Ditengah-tengah situasi darurat karena virus Covid-19, banyak portal berita di Indonesia yang mengangkat berita seputar Corona Virus sebagai headline utama. Virus Corona memanglah berbahaya, sudah ratusan ribu jiwa manusia tidak bersalah terjangkit virus ini dan tidak sedikit pula dari mereka yang meninggal. Namun ada sesuatu yang lebih berbahaya dari Virus Covid-19 ini dan beredar luas dikalangan masyarakat dari yang muda hingga tua. Apa itu? Sesuatu yang lebih berbahaya dari Virus Corona adalah Berita Hoax alias berita palsu.
Menurut pengertian saya sendiri, HOAX atau berita palsu adalah suatu informasi yang tidak memiliki unsur fakta, mengurangi atau melebih-lebihkan informasi dan memutar balikkan fakta yang sebenarnya. Semenjak virus corona masuk ke Indonesia, berbagai macam cara pencegahan pun di informasikan oleh pemerintah yang berwenang dan pihak yang memiliki pendidikan khusus mengenai kesehatan. Namun, tak kalah banyak mereka yang tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai virus ini dan ikut menyebarkan sesuatu yang tidak benar.
Saya ambil sebuah contoh, mengenai berita Hoax yang disebarkan teman saya di grup Whatsapp saya sendiri. Salah satu teman saya meneruskan (Forward) sebuah berita mengenai ada seorang bayi yang baru saja lahir di Jakarta dan langsung bisa berbicara. Bayi itu menyampaikan sebuah pesan kepada orang-orang disekitarnya dan menyampaikan bahwa kita harus mengkonsumsi telur sebelum jam 12 siang karena telur dapat menangkal virus corona. Setelah saya mendapat berita tersebut, saya langsung melihat dampaknya pada masyarakat sekitar, teman-teman saya banyak yang disuruh oleh orang tua mereka yang ikut mendapatkan berita palsu tersebut dan berbondong-bondong untuk merebus telur untuk dikonsumsi.
Lalu apa tindakan saya ? Setelah saya membaca berita tersebut, saya langsung mengetahui bahwa berita tersebut adalah HOAX. Saya berusaha berkomunikasi di grup Whatsapp tempat disebarkannya berita tersebut dan mempengaruhi teman-teman saya agar tidak mempercayai berita tersebut. Namun apa reaksi mereka ? "Kamu jangan keras kepala" "Kalau disuruh makan makan saja" "Apa kamu tidak memiliki agama?" WOW. Saya beneran shock, teman-teman saya itu semua tamatan SMA dan adapula yang sudah kuliah. Dipikiran saya "Bagaimana kalian bisa mempercayai berita yang begini?"
Dua hari kemudian, setelah saya menerima berita hoax tersebut. Saya melihat sebuah portal berita online di instagram yang mengangkat berita ini sebagai bahan pembicaraan. Di isi berita tersebut, disampaikan bahwa berita tersebut adalah sepenuhnya palsu. Disertakan pula video seorang bayi yang memiliki mulut orang dewasa dan menyampaikan berita sesuai apa yang disebarkan oleh orang-orang pada Whatsapp. Lucu bukan ? Logikanya pada kemana yah kok percaya sama bayi yang baru lahir langsung bisa berbicara ?
Saya beri pesan kepada mereka yang suka menyebar luaskan berita HOAX :
Sekarang saya beri saran, di situasi begini. Orang-orang pada panik karena isu corona, jangalah kamu ikut serta dalam menyebar berita yang tidak sepenuhnya benar dan tidak jelas asal usulnya. Saya tidak mengerti mengenai keuntungan yang kamu dapatkan setelah kamu menyebarkan berita-berita palsu tersebut. Apakah kamu merasa senang ? Kamu mendapatkan uang dari berita tersebut ? Kamu lihat pengaruh berita-berita palsu tersebut, kamu hanya membuat situasi semakin tidak kondusif. Orang-orang yang menerima berita Hoax tersebut menjadi panik, terlebih mereka yang merupakan orang tua, mereka yang tidak mempunyai kesempatan untuk menikmati pendidikan dan mereka yang tidak mengerti mana itu hoax mana berita asli. Pikiran lah, jika kamu merasa berita itu tidak benar. Maka cukup berita itu berhenti pada mu, janganlah kamu sebarkan pesan tersebut ke sanak saudara kamu, teman dan grup-grup yang berisi banyak orang. Hal kecil tersebut dapat membawa besar untuk kedepannya. Ayolah menjadi seorang pengguna teknologi yang bijak.
Sekarang, berikut pesan yang saya tulis yang ditujukan kepada mereka yang menerima pesan HOAX:
Berita hoax memanglah sangat banyak dan tidak dapat dicari sumbernya. Sebagai seorang pengguna media sosial dan pengguna smartphone canggih. Kita harus mengerti, kita harus bisa menyaring sebuah informasi sebelum kita sebar luaskan. Janganlah kita menelan sebuah berita yang kita baca secara mentah-mentah, ketahui apakah berita tersebut masuk akal ? berita hoax sudah menjadi ancaman yang serius pada kalangan masyarakat. Jika kamu adalah seseorang yang mengerti mana berita hoax dan mana berita asli, bantulah mereka yang tidak mengerti. Sampaikan kepada mereka bahwa apa yang mereka baca itu salah, tidak akurat dan membalikkan fakta yang sebenarnya. Jika orang tua kamu ataupun saudara kamu mempercayai berita hoax, ajarilah mereka. Jelaskan kepada mereka secara perlahan agar mereka mengerti dan tidak menjadi korban berita palsu.
Dalam membaca berita, ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan dan kamu tanyakan. Siapakah yang membuat berita ini? Berdasarkan apa berita ini dibuat? Apakah berita ini masuk akal? Berita hoax biasanya tersebar melalui chat pribadi seperti whatsapp dalam bentuk teks, video ataupun audio.
Balik lagi ke berita mengenai telur yang dapat menangkal virus corona tersebut. Jika kamu tanya kepada saya, mengapa saya langsung menganggap bahwa berita tersebut hoax ? Berikut penjelasannya :
1. Secara logika, bagaimana seorang bayi yang baru lahir bisa berbicara begitu lancar layaknya seorang manusia dewasa ?
2. Beradasarkan penelitian mana yang mengatakan bahwa mengkonsumsi telur dapat menangkal virus corona ?
3. Berita ini disebarkan melalui whatsapp tanpa sumber yang jelas dan pembuat berita yang jelas, siapakah yang akan bertanggung jawab tentang informasi pada berita ini ?
Memang pada dasarnya mengkonsumsi telur itu tidak memiliki masalah, namun yang menjadi masalah adalah pola pikir dan mindset mereka yang mengatakan bahwa mengkonsumsi telur dapat menangkal virus, kalau memang benar. Mana dasar penelitian yang mendukung pernyataan tersebut?
Selain berita hoax mengenai telur penangkal virus ini, ada berbagai macam jenis berita hoax yang tersebar di masyarakat. Jadi kesimpulan dari semua ini adalah :
1. Sebelum kamu menyebar luaskan sebuah informasi, cari kebenaran dari informasi tersebut.
2. Jangan menerima sebuah berita secara mentah-mentah.
3. Hindari menyebar berita yang tidak benar untuk alasan apapun.
Marilah berpikir secara logis dalam menghadapi isu isu yang ada didunia. Jadilah seorang pengguna teknologi dan sosial media yang bijak agar tidak merugikan siapapun.
~Sekian
0 Response to "Mengenai berita HOAX"
Post a Comment